Oleh: furdan | 12 Juli 2011

Episode 6 : ………..

Hari ini saya tau gimana rasanya ketika sesuatu yang sudah (ikut) dibangun sekian lama harus hancur begitu saja.
Ada rasa kesal, marah dan sedih, pastinya.
Ada rasa jijik juga.
Jijik ketika tau kalau sebenarnya, semua itu hanya karena salah satu orang.
Kalau biasanya saya selalu berusaha menganggap semua yang dilakukan bersama wajib ditanggung bersama juga (baik buruknya), kali ini saya mau mengikuti cara satu orang.

Menyalahkan orang lain saja.

Pengen tau gimana rasanya ngerasa paling bener.

Hari ini saya juga diingatkan kalau, hal kecil itu bisa punya efek yang (lebih) bahaya kalau dibiarkan terlalu lama.
Kalau kekuasaan adalah sesuatu yang emang nggak bisa dikasih ke sembarang orang.
Kalau orang yang paling kuat berkoar – koar, belum tentu yang paling perduli.
Kalau orang yang paling rajin beribadah, belum tentu yang hatinya paling bersih.
( Yang terakhir sih udah tau lama ~~ )
Kalau orang yang nggak pernah mau mengakui kesalahan adalah orang yang … yang … lucu juga kalo didorong ke sumur.

Dan taukah anda, wahai pemirsa sekalian, mengakui kesalahan itu bukan sesuatu yang akan membuat anda – tiba – tiba – dilindes kereta api kok. Ya kecuali mengakui kesalahannya itu sambil berdiri di tengah rel kereta api.
* YA MENURUT LO AJA, YUN! *
Kadang, dengan mengakui kesalahan justru bisa membuat keadaan jadi lebih baik. Walau sedikit. Kadang yang orang lain butuh itu cuma kalimat,

Maaf ya, kalau aku ada salah. Kalau aku udah bikin kecewa/kesel kalian.

Cuma itu kok.

Kadang yang orang lain butuh itu cuma kalimat,

Wah, hasil kerja kamu kali ini bagus ya!

Banyak orang masih harus belajar, apa bedanya “pujian” dan “apresiasi”. Bedanya itu tipis sekali loh. Setipis silet!
*setajam kaleeee, Mbaaak!*
Orang yang sama juga mungkin harus belajar, apa bedanya “kritik” dan “(usaha) menjatuhkan (orang lain)”.
(Masih) orang yang itu – itu juga masih harus belajar bagaimana menyampaikan sesuatu tanpa harus membentak. Coba tunjukkan kalau dia pantas dihargai dengan cara yang lain. Bukan cuma dari jumlah umur atau – yah, katakanlah … pengalaman.
Sikap sombong nggak bakal ngebuat seseorang dihargai oleh orang lain. Ngebuat orang lain pengen nimpukin pake batu bata sih … mungkin.

Saya sih nggak pernah diajarin untuk memandang seseorang dari hal – hal superfisial macam status sosial, posisi / jabatan, atau pengalaman ini itu. Dan saya sendiri menambahkan “usia” ke dalam daftar.
Buat saya, orang yang pantas dihargai itu hanyalah orang yang bisa menghargai orang lain.
Karena, menurut saya, “memberikan” sesuatu ke orang yang nggak ngerti arti dari sesuatu yang dikasih ke dia itu sama dengan tindakan bodoh!
Nggak bakal di jaga pastinya.
Mending dikasih ke orang lain aja.

Saya nggak pernah – katakanlah – tertarik dengan orang yang terlalu “manis” kata-katanya. Yang terlalu mengumbar pujian juga suka bikin ngerasa aneh. Saya nggak pernah berharap dipuja-puji. Cuma apresiasi.

Intinya,
hari ini saya gak cuma diingatkan pada banyak hal, tapi juga belajar banyak hal. Entah itu tentang diri sendiri, atau juga tentang orang lain. Tentang kata – kata yang keluar dari mulut, sikap sok baik, sok memiliki, sok benar, sok ini, sok itu, sok … atuh nyemplung sumur aja, neng.

Saya juga nggak akan bilang kalau saya paling benar. Saya juga punya salah dan saya sudah mengakui itu di depan orang yang perlu tau tentang itu. Mungkin ketidakmampuan saya untuk “mencari muka” juga termasuk kesalahan. Tapi saya, dibayar pun, nggak akan mau untuk mengklaim kalau saya ini “orang benar”. Mungkin karena itu saya tidak difitnah. Karena – KATANYA – orang benar itu selalu difitnah.

KA-TA-NYA loh ya.
Kata siapa?
Entah.
Tanya noh ama panci.

Saya akan menutup postingan tanpa arah – seperti biasa – ini dengan mengucapkan, semoga semuanya bisa jadi lebih baik. Saya yakin, banyak yang bisa diambil dari sini. Nggak, saya nggak bakal bilang “semua ada hikmahnya”. That’s not me. Tapi ini jelas proses belajar. Entah untuk saya sebagai pribadi atau untuk teman – teman yang lain sebagai satu tim. Yang jelas, saya cukup bangga bisa bekerja sama dengan orang – orang yang sekarang. Yah, kecuali satu – dua orang deh ya.
Dari lubuk hati yang paling dalam *tsaaaah!Tapi beneran loh*, saya sangat menyayangkan kejadian hari ini. Dan semoga keputusan yang diambil hari ini bukan sesuatu yang permanen. Karena saya yakin, kami – saya dan teman – teman yang lain – itu bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan lebih baik lagi asal tidak ada orang yang sibuk mengurusi ini – itu yang bukan urusannya.

Maaf, saya sih lebih seneng kerja bareng orang – orang yang nggak banyak omong.

Akhir kata, marilah kita sama – sama mengingat kalau, ” respect is EARNED not given.”

Sekian dan terima Shannon Leto.

Halah.

Oleh: furdan | 8 April 2010

Kepada Tuhanku

Furdan Rahmadi 21 Januari jam 8:49
Kalau kau tanya padaku, anakku
apa yang bunda kehendaki di masa renta
kau kan temukan jawaban dalam ragaku
sebab pikirku tak lagi ber asa

Kalau kau tanya padaku, anakku
dengan apa kau berbakti pada bundamu
kau kan temukan jawaban dalam doamu
sebab materi tak lagi berarti

Kalau kau tanya padaku, anakku
bagaimana memuliakanku
kau kan temukan jawaban dalam pelayananmu
atau meridlokan dilayani siapa bundamu

Kalau jauh nian antara kau dan aku
keridloanmu atas pengasuhanku semenjak kecil
adalah bukti kau memuliakanku

Kalau kau merasa aku menjadi bebanmu, anakku
pertanda tak sempurna pengasuhanku
maafkanlah bundamu

Kalau kau merasa aku meminta prhatianmu
pertanda Allah masih menyanyangimu
Waladun sholihun yad’ulaa pengaharapanku padamu
karena kaulah modalku tuk kembali pada NYA

Furdan Rahmadi 19 Januari jam 11:38
Saat kau sujudkan dirimu
kau taklukkan duniamu
singkirkan ambisi, abaikan emosi
akalmu tuntuk setunduk-tunduknya, rata-rata tanah
hatimu sejajar cakrawala maka akan meluas samudra

adalah tepat kau panggil orang-orang tercinta dalam doamu
bunda, mintakan ampun pada NYA,
ayahanda, mentakan kebijaksanaan pada NYA
isteri, mintakan kekuatan pada NYA
ana-k-anak, mintakan ilmu pada NYA

Kusujudkan jiwa dan ragaku
kepada dzat yang menguasai langit,bumi dan seisinya
karena kebaikan,kebagusan,kesejahteraan dan kasih sayang miliknya
karena DIA sebaik-baik tempat sujud

Furdan Rahmadi 15 Januari jam 11:45
Anakku,

Jadikan dirimu sekeras batu
tak lekang karena panas tak lapuk karena hujan
menjadi pondasi bagi setiap bangunan
naum kau harus siap mengikhlaskan segala amal
karena pondasi senantiasa di timbun
namun batu bisa hancur karena besi

Jadilkan dirimu setangguh besi baja
menjadi penyangga seluruh beban
kokoh karena kekerassannya
namun anakku
besi akan patah karena panas

Jadikan dirimu laksana Api
bersemangat membakar hasrat
menerangi seluruh ruang
cahaya yang tak akan redup
tapi api akan padam karena air

Jadikan dirimu selembut air
menyusup kesela-sela kehidupan
menyejukan berjuta raga
berstu menjadi kekuatan yang sulit tertandingi
namun air akan mudah ditekan oleh udara

Jadikan dirimu sehalus udara
tak pernah ragu merasuk kedalam raga
menelusur segala liku kehidupan
menjadi tekanan yang mampu menggerakkan apa saja
tapi udara akan lenyap ketika bersenyawa

Meski begitu
Jadikan dirimu diri senderi
yang bersenyawa dengan apa saja
terutama pada NYA
agar dirimu menemui keberuntungan

Furdan Rahmadi 18 Januari jam 12:30
Kekasihku

Remaja usia aku mencintaimu bagaikan bintang
bintang kejora , mencahayai cakrawala hatiku
kuanggap engkaulah sesembahanku
kuingat,kudamba,kupuja tiap waktu
saat malam makin kelam
cahyamu redup seiring datang rembulan

Merambat dewasa rembulan lah yang menerangi jiwaku
bagai pualam bersinar menembus waktu
kutatap indah, kurasa damai, ku nikmati bagai tarian hati
sangatlah gundah kalau malam berlalu
kau kan pergi, pudar di telan pagi

Kini fajar telah terbit di hati
rembuan telah lama sirna
aku menyintaimu bagaikan mentari
bagaimana sanggup kupandang lagi cahyamu
lentera hatiku tetutup terangnya sinarmu
kau bagikan pada siapa yang membutuhkan

Allahu nuurussamaawati wal ardhi
matsalu nuurihi kamisykatin fiiha misbah
al misbahu fi zujajat…

kini aku menyadari
cintaku padamu laksana Ibrahim
menemukan cinta sejatinya
Allahu robbul izzati

Furdan Rahmadi 19 Januari jam 8:27
Kepada sang bulan kukatakan padamu
Cukuplah engkau cahaya yang akan menyinari hatiku
aku ingin membagi rindu denganmu
tapi aku takut padamu karena engkau akn pergi di pagi hari
aku khawatir kerinduanku akan turut bersama pergimu

Kepada mentari aku sampaikan padamu
Aku ingin bercerita tentang kerinduanku
aku ragu kau akan membakar hatiku
karena tidak kuat menanggung kerinduanku

Furdan Rahmadi 12 Januari jam 6:36
Aduhai,
menuruti jiwa, ternyata keliru
tak mungkin jiwa mengoyak dosa
apalagi hati nurani,tempat semayam cahaya illahi

Kukira aku bener-bener merindu
tak ragu aku mencinta
walau pergi jauh kesana
namun mengapa hati merana

o…
aku tahu
ternyata aku menuruti egoku

catatan perjalanan jogja lampung

Oleh: furdan | 5 April 2010

Al – Hikam

1.

Antara rindu dan nafsu bagaikan air laut dan asin,butuh pengeringan,penguapan atau dipanaskan,maka terpisahlah garam dari airnya,begitu juga rindu perlu dikeringkan dengan puasa,penguapan dengan dzikir yang mengalir keatas,dan pemanasan dari rasa memiliki,karena inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun,kalau dah demikian terbebaslah rindu dari nafsu.

2.

Janganlah permohonanmu dijadikan sebab datangnya pemberian dari Allah, tetapi hendaklah permohonanmu dijadikan sebagai pelahiran sifat kehambaanmu,dan menunaikan hak-hak ketuhanan, Allah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: furdan | 5 April 2010

Yang tercinta

Furdan Rahmadi 30 Maret jam 11:27
Saat api membara dalam jiwa
kau dekap hasrat
hingga api terserap

Dekapanmu
menghangatkan jiwa
mematangkan pikiran
menjadikan hidup lebih enak
lebih bermanfaat dari api kompor rinai

Tangan-tanganmu meracik bumbu-bumbu cinta
yang kau taburkan dalam masakan hidupku
karena kan kau buat hidangan terenak
antara kau dan aku, isteriku

Furdan Rahmadi 29 Maret jam 11:26
Kalau bukan karena kecantikan diparasmu
tak akan pernah tuhan cemburu padaku

Karena kesetiaanmu padaku maka
kekasihku harus sabar menunggu

Karena ketaatanmu padaku maka
malaikatpun menconth kepatuhanmu

Karena manisnya senyumku saat menyambutku maka
mentaripun tersipu malu

Karena engkau isteriku maka
Allahpun moga meridloimu

Furdan Rahmadi 27 Maret jam 8:41
Ketika anakku mengenal cinta
kenapa hatiku yang bergemuruh

Bahkan ketika kulihat berduaan
diriku yang merasa berdosa

maafkan ayahmu nak
tak bisa mengajarimu tentang cinta

namun demikian kasih dan sayang
senantiasa ayah peragakan

ambillah cinta sebanyak apa engkau sanggup
bertanggung jawab untuk ,duniamu,agamamu,dan untuk tuhan mu

Ambillah kasih sayang sebanyak-banyaknya
karena penduduk dunia dan penduduk langit sangat menghargainya

berlindunglah dari bisikan nafsumu
berlindunglah kepada tuhanmu
berlindunglah pada kekasihmu

Moga cintamu berujung pada cinta NYA

Furdan Rahmadi 25 Maret jam 11:37
nak bangun sarapan dah kusiapkan
begitu pagi bersemi, bunda selalu meladeni

kini ketika ku beristeri
kau begitu cemburu dengan menentumu
karena tak bisa lagi menyiapkan sarapan untuku

disaat renta datangnya
kami semua tak mungkin menyuapimu bersama
dan ketika ku tanya dengan apa kami membahagiakanmu
kau jawab :

” Jika kau berlaku baik, beramal sholeh,senantiasa mengingat NYA
itu bagian terindah dalam hidupku ,
Jika kau mendoakanku dalam setiap doamu.itu bagian yang paling kurindu darimu,
Jika kau dalam keridloaan NYA aku adalah bagianmu “

Furdan Rahmadi 18 Maret jam 13:12
Aku dah berjanji
cintaku padamu hanyalah semu
wahai DUNIA karena kutahu :

Mencintai dunia akan menghalangi seorang hamba dari aktifitas yang bermanfaat untuk kehidupan di akhirat. Ia akan sibuk dengan apa yang dicintainya.
1. Ada diantara mereka yang disibukkan oleh kecintaannya dari iman dan syariat.
2. Ada yang disibukkan dari melaksanakan kewajiban-kewajibannya.
3. Ada yang disibukkan sehingga meninggalkan kewajiban yang menghalanginya untuk meraih dunia, walaupun ia masih melaksanakan kewajiban yang lain.
4. Ada yang disibukkan sehingga tidak melaksanakan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Dikerjakan bukan pada waktu yang tepat.
5. Ada juga yang disibukkan sehingga kewajiban yang dilaksanakan baru sekedar lahirnya saja. Para pecinta dunia sangatlah jauh dari ibadah lahir dan bathin.
6. Paling tidak, seorang pecinta dunia akan melalaikan hakekat kebahagiaan seorang hamba. Yaitu kosongnya hati selain untuk mencintai Allah SWT dan diamnya lisan selain berdzikir kepadaNya.
Begitulah kerinduan dan kecintaan kepada dunia pasti membahayakan kehidupan akhirat, dan begitu pula sebaliknya.

Bagaimana aku mencintai dengan sebenarnya
kalau cinta padamu membuatku
lalai pada pemiliki cinta

Furdan Rahmadi 16 Maret jam 11:16
Kalau ada segenggam bahagia
itu karena rindu
Kalau ada segenggam duka
juga karena rindu

membara hati karena asa
tenggelam hati karena rasa

rinduku tak terbantahkan
kini kutitipkan di hatimu

suatu waktu aku bertemu
kan kuadukan pada pemilik qolbu
kenapa kau juga titipkan rindu dihatiku

Furdan Rahmadi 15 Maret jam 9:56
Tahajutku hampa, dhuhaku berlobang
sedang wajibku terhijab kegundahan

Begitu nista hamba di haribaan
bak kunang di siang benderang

kalau hati nian tenggelam
pasti ” Bukan karena titik lalu ada tinta, tapi karena tinta
lalu ada titik “
” Bukan karena baik lalu ada cinta,tapi karena ada cinta lalu jadi baik “

Maafkanlah aku mencintaimu atau sekedar berharap kau
sayang padaku
atau Ijinkanlah aku mencintai atau sekedar
ku berharap KAU ridloi aku

Ya Robb,
dengan segenap khilafku

Furdan Rahmadi 11 Maret jam 8:10
Hindarkanlah olehmu anakku
senang melihat orang lain susah
susah melihat orang lain senang

Jika kerabatmu naik pangkat
tenangkan hatimu
Jika tetanggamu membeli mobil
tenangkan hatimu
Jika temanmu lulus S3
tenangkan hatimu

BAHKAN

Jika sempit rezekimu padahal orang lain berlebihan
jika waktumu berjejal sedang yang lain sangat lapang

tenangkan hatimu

Karena Allah
tak mungkin keliru
tak mungkin mengurangi rezekimu
tak mungkin tertukar rezekimu
Dialah sebaik-baik pemberi rezeki

CUKUPKAN HATIMU DENGAN KERIDLOAAN NYA

Furdan Rahmadi 05 Maret jam 5:55
Ketika kau terbayang, ku rasa sesal
karena kesungguhanku sekian lama terabaikan
namun ku tulus dan pantang tinggalkan asa
walau tenggelam dalam angan maya

sekarang harus kemana, dirimu
sekarang harus gimana , dirimu
sayangku tiada lagi,

tak kuasa menenti terlalu lama,
seumur hasrat, hidup pun gelisah tanpa mimpi
ceritapun hampa

sering ingin berpaling dari indah bayangmu
namun ketika ku lari menjauh semakin terasa menyiksa

di hatiku lekat hatimu,aduhai jiwaku terlena

Furdan Rahmadi 02 Maret jam 8:47
Ampunkan aku robb
meski 43 tahun syahadah ku
sampai saat ini aku belum sepenuhnya bertuhan kepada MU

Aku bertuhankan ” Pekerjaan “
karena kukira pekerjaanlah yang memberiku penghasilan
akibatnya sungguh taat aku pada ” atasan “
sedang kepada MU , kalau ada waktu

Aku bertuhankan ” Akal “
sehingga apa yang dikata lebih aku percaya
sedang pada kalam MU , aku begitu ragu

Aku bertuhankan ” nafsu “
apa yang diinginkan aku kerjakan dan
apa yang tak disukai aku benci
sedang pada MU, larangan dan perintah MU selalu terabaikan

Inni dzolamtu nafsii dzuluman katsiraa
fa innahu laa yaghfiruu dzunuba illa anta

Furdan Rahmadi 25 Februari jam 8:26
Awakku kok rodo loyo
wis rong lapan nggonku kapang
podo ora ngerti po ?
yen kengen jroning ati wis nggrogoti

mbuh kapan nggonku bali
pengeran wus nganti-nganti
atmojo doso
podo ra tumeko,lha piye nggonku ora sujono

tilik ono nak, aku wus toto-toto
ndang untabno mugo lilo
bekti niro kabeh wus tak tompo
ojo podho cubriyo
sing rukun,rumaket nganti nggonku bali
jedak podho jedak mrene
mrene,mrene,mrene……….

Furdan Rahmadi 22 Februari jam 11:14
Umar bin al khatab pernah memohon :
” Ya Allah letakkan dunia di tanganku tapi jangan di hatiku,
karena hatiku hanya untuk MU “

Sesungguhnya dunia steiap hari berganti pemilik
karena dunia setiap hari menerima lamaran siapa saja yang mendambakan
untuk akhirnya dicampakkan
Dunia pernah mendapat perintah Allah :

” Wahai dunia layanilah siapa saja yang taat kepada KU,
dan hinakan,sengsarakan,beri kesibukan yang tiada berakhir kepada siapa yang mendambakanmu “

Ad dunya mata’ ul ghurur
Ad dunya lahwun

Furdan Rahmadi 19 Februari jam 10:10
Sungguh,
Kutitipkan surga anak-anakku ditelapak kakimu
karena bagiku, engkaulah surga itu

Belahan jiwa,
Ruh kehidupanku kuletakkan di jiwamu
kan kau cipta 700 bidadari tuk menemaniku
kala jiwa gundah kau menjelma indah
saat hati resah kau buat cerah
kala rasaku penat kau bersikap dekat
saat merana kau selalu ada

Adakah ekpresi terindah kecuali saat kau cemburu ?
mentaripun redup karena panasnya hatimu
begitulah yang membuatku tersanjung
dengan demikian kutahu betapa cintamu padaku

Furdan Rahmadi 15 Februari jam 11:34
Kalau kau mengganggap bahagia dengan sesuatu yang tak ada padamu
itu kekeliruan dihatimu

Orang bodoh akan menganggap bahagia jika berilmu,
Orang miskin akan mengganggap bahagia jika menjadi kaya,
Orang tuna wisma akan mengganggap bahagia jika punya rumah,
dan lain sebagainya

Bahagiakan dirimu dengan mensyukuri yang ada padamu

Bukan pandai atau bodoh tapi seberapa banyak kau syukuri ilmu mu
sehingga bermanfaat bagi kebahagiaanmu

Bukan miskin atau kaya tapi seberapa banyak kau syukuri harta mu
sehingga mampu membahagiakanmu

Bukan punya dan tidak punya rumah tapi seberapa banyak kau syukuri keberadaanmu sehingga menempatkan dirimu pada kebahagiaan

” La in syakartum la azidannakum wa la in kafartum inna adzabii la syadiid “

Furdan Rahmadi 12 Februari jam 12:36
Betapa aku mencintaimu
dengan setulus hatku
inginku bahagiakan dirimu setiap waktu bersamamu
seperti janjiku kepadamu tak pernah ku ingkari

Aku kan slalu ada di dekatmu
aku kan slalu menemani harimu
kau harus tahu betapa aku mencintaimu

Furdan Rahmadi 06 Februari jam 18:03
Illahi,
Bagaimana aku akan berazam ( memiliki keinginan ) sedang Engkau yang menentukan, namun
Bagaimana aku tidak berazam sedang Engkau yang memerintahkan
Hanya kepada MU aku berserah diri, maka jangan Kau serahkan kembali padaku

Illahi,
Mendapat apakah orang yang kehilangan Engkau
dan kehilangan apakah orang yang mendapatkan Engkau
sungguh bebar-benar rugi orang yang mendapat ganti selain Engkau

Illahi,
Bagaimana bisa diharapkan selain Engkau, padahal Engkau tidak pernah memutuskan kebaikan.
Bagaimana bisa dimintai selain Engkau, padahal Engkau takj pernah mengganti kebiasaan memberi karunia.

Engkaulah Dzat yang selalu ingat kepada hamba-hambamu sebelum mereka ingat kepada MU

Engkaulah Dzat yang sangat pemurah dengan berbagai pemberian sebelum permintaan orang-orang yang meminta

Furdan Rahmadi 30 Januari jam 13:25
Kala dhuhaku tersungkur
tak ada kata selain syukur

Robb,
Limpahkan karunia dari sisi MU
yang dengan karunia itu tak membuatku sibuk mengurusnya

karuniakan aku nikmat dari kasih sayang MU
yang dengan karunia itu tak membuatku jauh dari Mu

rahmatilah kepadaku ilmu
yang dengan ilmu itu tak membuatku lalai akan amanah MU

pada bagian hatiku ada yang berkata :

” Aku berupaya menjalani kehidupan ini dengan rencana dan tujuan, namun bila tak sesuai dengan rencana dan tujuan, aku berupaya menjalani takdirnya dengan ikhlas, karena nafas hidup… cinta… dan segalanya semua berjalan di dalam kehendak-Nya… karena memang langkah kaki kita di dalam rencana-Nya “

(dan di sini aku harus banyak belajar darimu, maafkn aku yang banyak salah ini)

Robb,
kabulkan doaku,doanya
satukan keluargaku,keluarganya
di dunia lebih-lebih di akhirat
Amiin

Furdan Rahmadi 29 Januari jam 10:45
Robb
tak cukup rasanya
menaklukkan dunia seisinya dengan sujud
ampunilah emosiku

cukup bagiku ya Robb
Kau taklukkan dunia kecil di hatiku
dan Kau menangkan diriku atas emosiku
dengan tahajudku

Furdan Rahmadi 28 Januari jam 11:43
Kalau kau mengatakan ya
padahal hatimu tidak

Kalau kau menyanggupi tuk hadir
padahal kau berniat tidak

Kalau kau bersikap baik
padahal kau benci

kalau kau mengajar muridmu kebaikan
padahal kau mencontohi yang buruk

beristigfarlah karena ada nifak di hatimu

Furdan Rahmadi 25 Januari jam 11:31
Saat kau dipersilahkan duduk di depan
kau memilih duduk di belakang.
itu namanya Tawadlu’

Namun ketika kau duduk di belakang
kau merasa lebih pantas duduk di depan
itu namanya Takabur

Saat kau merasa terhina
karena kehinaanmu memang terbukti
itu namanya Tawadlu’

Namun saat hatimu merasa hina
padahal kau mengingkarinya
itu namanya Takabur

maka rendahkan hatimu
agar kau ditinggikan oleh tuhanmu

Oleh: furdan | 21 Desember 2009

Kemuliaan

Doa ku untukmu
Furdan Rahmadi 19 Desember jam 9:30
Tuhan,
Tidurkan aku malam ini tanpa mimpi
dan seandainya tiba masa penantianku
jangan bangunkan aku pagi-pagi
aku ingin bersandar di sampingmu
tanpa terganggu oleh kenisbian waktu

Untuk para isteri sholehah
Furdan Rahmadi 19 Desember jam 9:05
Dinda,

Bukankah saat mitsaqan ghalidha kita bersepakat
bahwa kesuksesan yang kita inginkan adalah
Kebahagiaan mendapatkan cinta dan kasih sayang
serta kesetiaan yang tulus dari orang-orang terdekat,
Bukan harta benda, kedudukan,dan martabat.

Hati-hatilah dinda,
dikenal , dihargai ,mendapat promosi,gelar dan jabatan,
tetapi jauh dari orang-orang terdekat,
bahkan orag-orang terdekat kita kehilangan perhatian dan sayang,
adalah kegagalan di awal langkah,yang akan diikuti kegagalan-kegagalan yang lain.
perlu kau ketahui dinda
bahwa memperbaiki dan menasehati orang-orang dekat itu
jauh lebih sulit karena mereka mengetahui pribadi kita sebenarnya,
bahkan hidup bersama kita.

Kita juga bersepakat,
bahwa ALLah, Rosul, dan jihad adalah jalan kita
bukan mobil,rumah dan perobotan
semua akan kita nomor duakan atau nomor kesekian
selain ridlo Allah,Rosul dan orang-orang terdekat,
karena seorag pejuang sejati tidak akan mengenal kata berhenti,
tidak memerlukan gemuruh tepuk tangan,
tidak lemah karena cacian dan tidak bangga dengan penghargaan.

itulah dinda ” Mitsaqan Ghalidha ” diantara kita
yang menyebabkan murka NYa jadi ridlo NYa
yang mengubah haram menjadi halal
masih ingatkah dinda ?

mendekatlah dinda, biar kupeluk, kehangatan diantara kita akan
senantiasa mampu membakar semangat tuk sukses bersama,
kalau engkau menjauh, mengejar mimpimu sendirian,
kepada siapa aku mencari kehangatan ?

( Orang-orang terdekat = Suami,anak-anak )

Yogyakarta,1 Muharam 1431 H
Kepada sahabatku yang menempuh doktoral

Tawadlu’ lah
Furdan Rahmadi 17 Desember jam 11:22
Anakku,

Bila engkau dimarahi jangan larut dalam sedih hati
Karena akan menyiksa dirimu sendiri, laibih baik maafkan
janganlah kau tanam dendam, karena takkan jadi hina dengan dihina
semua perbuatan akan kembali pada yang berbuat.

Anakku,

Melawan kemarahan dengan kemarahan,
ibarat membenturkan batu dengan batu, hasil yang diperolehnya
biasanya perpecahan, oleh sebab itu :
saat menghadapi kemarahan bersikaplah tenang dan jernih,
perlihatkan simpatimu dengan mendengarkan apa yang diutarakan,
lalu ambillah hikmah darinya, insya Allah akan jadi solisi.

Anakku,

Walaupun kita telah berusaha berbuat baik sebanyak mungkin,
mustahil bisa membuat semua orang akan menyukai kita,
tak usah anehy dan kecewa, kurang baik apa Rosulullah
tetapi masih banyak yang membencinya,
teruslah berbuat baik semaksimal mungkin, karena Allah lah yang menghitung kebaikaban kita.

Anakku,

Semakin kita ingin menunjukkan siapa diri kita agar diakui dan dihormati,maka batin kita akan semakin tertekan,tegang dan lelah.
padahal sikap ingin menunjukkan siapa diri kita biasanya hanya akan membuat kita semakin tidak disukai.

Anakku,

Ayahmu ketahuilah bahwa ayahmu telah menaklukkan dunia
dengan tidak marah.
taklukkan dirimu sendiri dengan mengamiini.

Mengacalah
Furdan Rahmadi 14 Desember jam 9:07
Yang lalu telah berlalu,
tak kan menghinakan seseorang kejadian yang lalu
tak kan memuliakan seseorang kejadian yang lalu
yang lalu dah jadi sejarah yang tak mungkin berubah.

Pekerjaan kita hari ini
yang kan jadi prasasti
menghinakan atau memuliakan
agar tidak menyesal kemudian
beramalah anakku, agar kau temukan keridloaan

melangkahlah dengan sederhana
laksana perintah lukman pada nanaknya ” sederhanakan langkahmu “
jangan meloncat, walaupun akan lebih sampai
namun akan sangat mudah terjatuh
Allah menilai bukan seberapa cepat engkau sampai tujuan
tetapi menilai bagaimana engkau melangkah sampai tujuan

rendahkanlah suaramu,
karena seburuk-buruk suara adalah suara keledai
maka tolong jaga suara hatimu juga
agar tak sekerdil hati kuda
agar tak sebodoh keladai yang terperosok dua kali pada lubang yang sama .

Berubahlah
Furdan Rahmadi 12 Desember jam 9:41
Ingatlah ketika Khalifah umar hendak menetapkan penanggalan hijriyah :Sebagian sahabat mengusulkan dimulai dari kelahiran Rosulullah.
Tapi apalah arti kelahiran seseorang,karena lahir belumlah berprestasi apapun.

Sebagian sahabat mengusulkan dimulai dari kematian Rosulullah.
Tapi apa istimewanya dari kekatian seseorang,karena mati sudah tidak bisa berprestasi apapun.

Sebagian sahabat mengusulkan dimulai saat kemenangan gilang-gemilang Rosulullah membuka kota Mekah ( Fathul Makkah ).
Tapi apalah yang bisa dibanggakan dari kemenangan,karena hanyalah sementara dan sangat maya.

Kemudian ditetapkanlah dimulai perhitungannya semenjak adanya niat tuk berubah, hijrah menuju yang lebih baik, itulah saat terbaik bagi setiap perjuangan hidup, inti dari hidup adalah kesanggupan untuk setiap saat berubah.

Mari saudaraku tahun baru hijriyah 1431 H yang akan datang kita sambut dengan bersiap -siap berubah menuju kebaikan.

Jika Kau mengahadap NYA
Furdan Rahmadi 11 Desember jam 9:10
Saudaraku, Jika kau sempat menghadap NYA

Nyatakan dengan sebenar-benarnya
sifat-sifatmu, niscaya Allah akan
menolongmu dengan sifat-sifat NYA

Nyatakan dengan sebenar-benarnya
kehinaanmu, niscaya Allah akan
menolongmu dengan kemuliaan NYA

Nyatakan kekuranganmu, niscaya
Allah akan menolongmu dengan Kekuasaan NYA

Nyatakan kelemahanmu, niscaya
Allah akan menolongmu dengan Kekuatan NYA

Anakku
Furdan Rahmadi 10 Desember jam 9:34
Anakku,
Bersabarlah dalam hidup
juka dalam langkah engkau terpeleset,bangunlah !
kita jatuh untuk bangun kagi,
bukan tuk menyerah dan mati.

Juka engkau dihinakan,terimalah
dengan mengaukui kesalahanmu, karena
engkau sedang dipersiapkan Allah
untuk mulia dengan pengakuanmu

Belajarlah aku
Furdan Rahmadi 07 Desember jam 11:34
Ku belajar berduka dari hujan
meski ada banyak yang berharap kedatangannya,
namun tidak sedikit yang merasa dirugikan.

Ku belajar pada terik mentari
meski banyak yang mati kepanasan,kekeringan
namun tak sedikit yang mengharapkan

Kubelajar pada malam
meski banyak maksiat terjadi waktu itu
namun saat kekasih memadu rindu

Kepada siapa aku harus belajar lagi
kalau bukan kepadamu

Rinduku pada MU
Furdan Rahmadi 05 Desember jam 8:34
dentang waktu 03.15,aku geragapan
, ” mas bangun…jamaah yuk “
dingin air membasahi wajah
aku bersimpuh,entah berdoa entah mengeluh

illahi antarkan aku ke keridloan MU
alirkan dalam hatiku kerelaan atas pengaturan MU
tenangkan jiwaku dengan qadla dan qodar MU

karuniakan kepadaku,juga kepadanya
semua saudara anak-anak yang menyejukan pandangan
benteng terakhir keimanan
atas bisikan nafsu dan setan
aku udah ndak kuat menahannya kecuali atas bantuan MU

” Rosulullah pada malam-malam terakhir ramadhan
selalu membangunkan istri dan keluarganya untuk bersujud
kalau belum juga bangun dipercikkannya air ‘
ijinkan illahi
bulan ramadhan yang manakah
kupercikan air padanya agar bersimpuh bersama

kanda, dinda …..bangun yuk……… jamaah

Ya ALLAH Ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirmu…
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan…
Adalah yang terbaik buat ku….
Karena Engkau Maha Mengetahui…
Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini…

Ya ALLAH…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku…
Di dunia dan di akhirat…
Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yang dhoif ini…
Jangan Engkau biarkan aku sendirian…
Di dunia ini maupun di akhirat…
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran…

Oleh: furdan | 17 Desember 2008

big suport

jangan katakan

tuhan,

aku punya masalah besar

tetapi katakan

masalah,

aku punya tuhan besar

bahkan maha besar

Oleh: furdan | 1 Juli 2008

kegiatan inyong

in actionsi Guantheng

Oleh: furdan | 11 Juni 2008

CINTA ROSUL 1

Wanita diciptakan dari tulang Adam AS,

bukan dari kepala untuk menjadi atasanya,

bukan pula dari kakinya untuk menjadi bawahanya ,

melainkan dari sisinya ,untuk menjadi sesamanya .

Dekat pada lengannya ,untuk dilindunginya dan

dekat dengan hatinya untuk dicintainya.

Oleh: furdan | 9 Juni 2008

Ulil Al Baab

Tanda-tanda Kekuasaan Allah pada Penciptaan Mulut

Allah SWT telah melengkapi bani Adam dengan mulut yang dipasang pada tempat yang paling sesuai dan pantas. Lalu memfungsikannya untuk beberapa kegunaan, menciptakan alat perasa dan alat berbicara, alat pengunyah dan alat pemutus. Kalau direnungi, pasti membuat takjub. Allah SWT menciptakan lidah yang merupakan salah satu tanda kekuasaanNya, salah satu bukti kemahabesaranNya, dan menjadikannya sebagai penerjemah bagi anggota tubuh lainnya. Sebagai alat penjelas dan pengungkap apa yang dikehendaki tubuh.

Sebagaimana halnya telinga dijadikan sebagai utusan yang menyampaikan perkara-perkara kepadanya. Telinga adalah alat penyampai berita kepadanya. Sementara lisan adalah alat untuk mengungkapkan apa yang diinginkannya. Maka berdasarkan hikmah Allah, alat pengungkap ini diciptakan olehNya dalam kondisi tersembunyi dan terpelihara, tidak tampak seperti kedua telinga, mata, dan hidung. Sebab alat-alat tersebut berfungsi menyampaikan hal-hal dari luar kepadanya, maka perlu ditampakkan.

Sementara lidah berfungsi sebaliknya, yakni menyampaikan apa yang ada dalam dirinya ke luar, maka perlu disembunyikan dan dipelihara. Sebab tidak ada faedah menampakkannya karena alat yang satu ini tidak butuh mengambil sesuatu dari luar untuk disampaikan ke dalam hati. Dan juga karena lidah merupakan anggota tubuh yang paling mulia setelah hati, kedudukannya ibarat penerjemah dan juru bicara, maka dibuatlah kemah yang menutupinya. Kedudukan lidah dalam kemah tertutup itu ibarat kedudukan hati dalam dada. Dan juga lidah merupakan anggota tubuh yang paling lunak, lembut, dan senantiasa basah. Lidah tidak bisa berfungsi jika tidak diselimuti cairan ludah. Jika ditampakkan di luar, maka akan terkena panas dan cepat mengering. Akibatnya lidah tidak bisa berfungsi dengan baik. Dan masih banyak lagi hikmah di balik itu.

Kemudian Allah SWT menghiasi mulut dengan untaian gigi yang akan memperindah mulut. Dengan gigi itu, manusia mengunyah makanannya yang merupakan penopang tubuhnya. Kemudian fungsi gigi ini bermacam-macam, ada yang berfungsi untuk mengunyah dan ada untuk memutus. Gigi untuk memutus (gigi taring) dibuat kokoh akarnya dan tajam permukaannya. Lalu Allah SWT memberinya warna putih, kemudian menyusunnya sejajar dan rata permukaannya seolah-olah untaian permata putih yang tersusun rapi, bersih dan cantik.

Lalu Allah SWT menciptakan dua buah pagar untuk sebuah hikmah dan beberapa kegunaan, dua pagar itu adalah sepasang bibir, yaitu bibir atas dan bibir bawah. Allah SWT menciptakannya dalam bentuk yang sangat bagus, warna yang sangat menarik, dan letak yang sangat pas. Allah SWT menjadikannya sebagai penyempurna tempat ke luarnya kata-kata dan sebagai ujungnya. Sebagaimana Allah SWT menjadikan tenggorokan sebelah dalam sebagai pangkalnya. Sementara lidah dan anggota-anggota di sekitarnya sebagai bagian tengahnya.

Oleh sebab itu, yang paling banyak bekerja adalah bagian tengah. Dan untuk sebuah hikmah, Allah SWT menciptakan dua bibir seratus persen dari daging murni, tidak ada tulang dan urat di dalamnya. Agar mudah digunakan untuk minum, mudah dibuka dan ditutup. Dan Allah SWT mengkhususkan bibir dan mulut bagian bawah yang bergerak, karena letaknya yang di bawah dan mudah digerakan lebih baik untuk fungsi tersebut. Dan juga mulut bagian atas mencakup bagian tubuh yang terhormat, maka tidaklah perlu banyak digerakkan.

Tanda-tanda Kekuasaan Allah pada Hidung

KotaSantri.com : Allah SWT menegakkan batang hidung pada wajah dalam bentuk dan kondisi yang paling bagus. Allah SWT melengkapinya dengan dua lubang yang dipisah dengan dinding pemisah, lalu memasang alat penciuman di dalamnya. Dengan alat itu, kita dapat mencium berbagai aroma yang wangi maupun yang busuk, yang bermanfaat maupun yang berbahaya.

Dengan alat itu pula, kita bisa menghirup udara untuk kemudian dialirkan ke jantung. Dengan udara itu pula, jantung dapat bekerja dengan baik. Allah SWT tidak menciptakan lubang hidung dalam bentuk bengkok dan banyak cabangnya sebagaimana halnya lubang telinga. Hikmahnya, agar hidung tidak menyimpan aroma busuk hingga dapat melemahkan fungsinya dan memutus salurannya.

Allah SWT menciptakannya sedemikian rupa sehingga cairan yang berasal dari otak dapat mengalir turun dan terkumpul di dalamnya untuk kemudian dikeluarkan. Kemudian Allah SWT menciptakan bagian atas lubang hidung itu bentuknya lebih kecil daripada bagian bawah. Sebab, dengan bentuk seperti itu, akan mempermudah keluarnya cairan-cairan otak tersebut. Di samping dapat menghirup udara sebanyak mungkin lalu ditarik naik ke bagian atas sedikit demi sedikit hingga sampai di jantung tanpa membahayakan dan mengganggu kerjanya.

Kemudian Allah SWT menciptakan dinding pemisah di antara kedua lubang tersebut untuk sebuah hikmah dan rahmat dariNya. Sesuai dengan bentuk batang hidung dan salurannya sebagai pelindung cairan-cairan kepala yang mengalir dan hawa yang dihirup, maka perlu diberi dinding pemisah di tengahnya agar tidak merusak cairan atau pun hawa yang keluar masuk melalui lubang hidung. Dan juga tidak menghalangi udara yang dihirup. Sehingga bila salah satu lubang hidung tersumbat cairan, maka lubang yang lainnya masih dapat digunakan untuk bernafas.

Dan, berhubung manusia hanya memiliki satu hidung, tidak seperti alat panca indera lainnya yang berpasangan, seperti telinga dan mata yang diciptakan berpasangan, karena bilamana salah satu sakit atau terkena sesuatu yang menghambat fungsinya, maka yang satunya masih bisa berfungsi, sehingga alat indera tersebut tidak macet total. Sekiranya diciptakan dua hidung di wajah, tentu akan kelihatan lucu, maka diciptakanlah satu hidung dengan dua lubang yang dipisah dengan dinding pemisah. Kedua lubang itu memiliki fungsi yang sama sebagaimana fungsi kedua mata dan telinga. Mahasuci Allah

Tanda-tanda Kekuasaan Allah pada Mata dan Telinga

KotaSantri.com : Allah SWT melengkapi manusia dengan alat melihat, laksana pelita, pengawas, dan penerang bagi tubuh. Allah menyusun bola mata dari tujuh tingkatan. Tiap-tiap tingkatan memiliki karakter, ukuran, dan fungsi tertentu. Sekiranya salah satu tingkatan itu hilang atau rusak, niscaya mata tidak dapat berfungsi.

Kemudian Allah meletakkan satu alat yang sangat menakjubkan di antara tingkatan-tingkatan tersebut, yakni kornea yang besarnya seperti biji adas. Dengan alat itu, manusia dapat melihat dari timur sampai arah barat, dapat melihat bumi yang terhampar dan langit yang luas.

Allah menempatkan mata laksana hati bagi anggota tubuh lainnya. Mata laksana raja, sementara tingkatan-tingkatan yang ada pada bola mata, pelupuk mata, dan bulu mata adalah pembantu, pelindung, serta penjaganya. Mahasuci Allah Sebaik-baik Pencipta.

Sekarang, marilah kita lihat bentuk kedua mata yang indah, lekuk dan ukurannya sangat serasi. Kemudian Allah menghiasinya dengan pelupuk mata sebagai tutup, tirai, dan pelindungnya, sekaligus sebagai hiasan. Kedua pelupuk mata itu melindungi bola mata dari gangguan, kotoran, dan debu. Melindunginya dari udara dingin dan udara panas yang menyengat.

Kemudian Allah menanam bulu mata di sisi-sisi pelupuk mata, sebagai hiasan dan keindahan. Serta untuk fungsi-fungsi lain di balik fungsinya sebagai hiasan dan kecantikan. Allah melukiskan rahasia yang maha menakjubkan itu pada anggota tubuh yang kecil ini yang dapat merekam jagad raya yang luas ini.

Allah menciptakan telinga dalam sebaik-baik bentuk dan amat selaras dengan fungsinya sebagai alat pendengaran. Allah menciptakannya berongga seperti rumah kerang, sehingga dapat menampung suara lalu dialirkan ke lubang telinga. Dengan begitu, ia dapat mendengar rambatan hewan yang berada dalam telinganya, sehingga bisa segera ia keluarkan.

Allah menjadikan telinga bersifat elastis, rongga, dan lengkungan-lengkungan yang dapat menyadap udara serta menangkap suara yang masuk yang kemudian disalurkan ke lubang telinga. Hikmahnya adalah agar jarak menuju gendang telinga agak jauh, sehingga bila ada hewan yang ingin memasuki telinganya, ia akan segera terjaga atau bangun. Dan masih banyak lagi hikmah dan kegunaan lainnya.

Oleh: furdan | 6 Juni 2008

Waspadalah Dunia Merajai Dirimu

[QS.57/20] Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Jadi dalam terminologi al Quran kehidupan dunia adalah kehidupan yang mencintai hawaa atau nafsu, dimana kehidupan itu diukur dengan standard kecintaannya pada materi. Seperti yang disebutkan dalam ayat tersebut.

Artinya manusia itu sudah menjadikan kehidupan meterialistis sebagai tolok ukur sukses atau tidaknya kehidupan ini, sedangkan bagi Allah ukuran nilai seseorang adalah ketika dia taat kepada Allah, hanya menjadikan Allah sebagai Ilah, sebagai Robb dan sebagai Malik, tidak ada tnadingan untuk ketaatan kepada Allah.

Kalau manusia sudah bisa menegakkan syariat Allah maka Allah akan mencurahkan rejeki bumi (kekayaan) dan langit (wahyu)

[QS.6/66] Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.

Banyak lagi janji-janji Allah kepada manusia untuk memberikan kesejahteraan. keamanan dan kurnia yang lainnya.

Sedang akhirat adalah hasil akhir daripada perjuangan mu’min dalam menegakkkan diin, yaitu berupa kemenangan diin Islam atas diin-diin lain. Kemenangan itu adalah berupa diberikannya kekuasaan bumi kepada mu’min. Hari akhirat didalam al Quran disebut juga sebagai kari qiyamah (kebangkitan mu’min). Dari kata qoma, yaqumu, qiyaman (bangkit).

Pengertian yang umum berlaku adalah kehidupan dunia adalah kehidupan waktu manusia hidup, kehidupan akhirat adalah kehidupan manusia sesudah mati. Waktu hidup maka dirinya bisa mengatur sendiri apa-apa yang dikehendaki, kalau ada kesulitan barulah mereka meminta kepada Allah. Kehidupan seperti ini adalah kehidupan hewani, sebab manusia adalah makhluk sosial ciptaan Allah, maka dirinya kemana ia berada tidak bisa melepaskan diri dari aktifitas sosial. Kalau dia melakukan sesuatu maka pasti ada efek sosial, walaupun menurut dirinya apa saja miliknya dia bebas menggunakannya. Misal tatkala dia menggunakan hartanya untuk foya-foya atau bermegah-megah, maka menurut pendapatnya tidak salah. Padahal dengan apa saja yang dilakukannya itu maka pastilah ada efek sosialnya yaitu dia akan memberikan efek kepada orang lain, jika dia berbuat maksiat maka ada orang lain yang menjadi korban oleh keinginan hawa nafsunya, ada manusia lain yang diperbudak untuk memenuhi hawa nafsunya.

Orang seperti itu adalah anti sosial, apalagi kalau diyakini bahwa didalam rijkinya ada hak Allah yang harus ditunaikan. Kalau hak Allah itu lalai ditunaikan maka dalam masyarakat akan terjadi kepincangan sosial (social gaps) yang makin lama makin membesar. Orang yang punya uang yang kehidupannya diatur berdasarkan prinsip materialime maka dengan mudah dia dapat membeli hak azazi manusia, dengan mudah dia dapat membeli kehormatan manusia, dengan mudah dia dapai membeli suara manusia. Akhirnya orang-orang kecil terpaksa menjual hak-haknya, hak sekolahnya menjadi sirna karena sekolah dibeli oleh orang kaya, hak untuk berniaga dengan keuntungan yang lumayan sirna karena diambil alih oleh pemain monopoli dan oligopoli, hak untuk beribadah denagn benar dipasung karena aturan yang diberlakukan kepada mereka adalah aturan buatan manusia, hak untuk memperoleh kedilan menjadi hilang kareena ketidak berdayaan mereka untuk membayar “harga” keadilan dst, dst..

Allah itu dengan syariatNya mengatur agar manusia hidup dalam keseimbangan (mizan), yaitu seimbang dalam keadilan, pembagian pendapatan, hak-hak paling dasar sekalipun. Allah mennjuukan kepada manusia bahwa dengan diinNya Allah mampu mengatur alam sehingga semuanya aslama, semuanya barokah, semuanya mizan. Sangat mudah bagi Allah untuk membuat manusia itu aslama, hanya saja kepada manusia yang menolak diin Islam diberikan masa tangguh I (satu) milenium untuk dapat melakukan apa saja yang mereka sukai.

Setelah masa itu habis, maka kekuasaan itu akan diberikan kepada mu’min yang berjuang untuk menegakkan diin Allah. Saat ini masa itu hampir habis, maka kita harus berjuang untuk mencapai hari akhirat itu.

Sebagaimana contoh alam, bahwa sehabis malam tentulah akan datang siang, begitulah kehidupan manusia sehabis dhulumat yaitu kehidupan chaostic yang penuh dengan aroma hawahu, panas-panasan, persaingan untuk saling menjatuhkan, karena hidup mereka diatur diatur berdasarkan isme-isme (diin-diin) selain diin Allah akan segera berakhir. Terserah kepada manusia apakah mereka mau-duduk-duduk, santai, cuek. Tetapi bagi mu’min yang mengerti perumpamaan itu sekarang sedang bangkit.menyongsong hari akhirat, yaitu hari dimana bumi itu terang-benderang karena Nur Allah akan memancar kembali.

Maka orang yang mencintai kehidupan dunia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali neraka (kehidupan chaostic)

[QS.11/15] Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
[QS.11/16] Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?

Maka yang disebut amalan sholih itu adalah tatkala manusia mengerti untuk apa Rasulullah diutus

QS.61/9 Dialah yang mengutus RasulNya dengan petunjuk dan diin yang haq agar dimenengkannya diin itu atas segala diin, walau kaum musyrikin membencinya.

Al Quran itu diberikan kepada manusia adalah sebagai methode (sunnah) untuk memenangkan diin Islam, setiap “amalan” sholeh yang tidak ada kaitannya dengan menegakkan diin adalah suatu kesia-siaan:

[QS.18/103] Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
[QS.18/104] Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
[QS.18/105] Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.
[QS.18/106] Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahanam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.
[QS.18/107] Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,
[QS.18/108] mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.

Orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah adalah orang yang tidak mau diatur hidupnya berdasarkan ayat-ayat Allah.

Karena salah menyikapi mengenai hari qiyamah, maka banyak manusia salah bertindak dalam hidupnya, dikira akhirat itu adalah lam sesudah mati. Oleh karenanya orang berlomba menyimpan pahala untuk bekal mati, untuk itu mereka tidak menganggap penting untuk taat hanya kepada Allah dengan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai hukum, dipuas-puaskan hidupnya hanya untuk kecintaan kepada dunia dan syahwat, yang penting sudah menjalankan 5 perkara sebagai “tabungan” hari akhirat. Padahal itu kan hanya sangka-sangka mereka.

Menurut Allah manusia itu hanya akan hidup sejahtera, adil, aman kalau mereka mentaati hukum Allah saja..Karena saat ini manusia tidak sedang taat kepada Allah, maka marilah wahai mu’min yang sadar kita berhimpun untuk berjuang menyongsong datangnya Nur Allah yang akan menyinari kehidupam manusia dibumi Allah..

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.